Kemiskinan
merupakan masalah global, sering dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan dan
kekurangan di berbagai keadaan hidup. Orang-orang kaya memliki sepenuhnya akan
kebutuhan primer mereka. Mereka dapat menikmati makanan dan minuman terbaik. Tempat-tempat
perlindungan yang sangat nyaman yang pastinya berbeda dengan orang-orang
miskin. Orang-orang kaya mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dari
orang miskin. Ataupun ketika mereka sakit mereka dapat dengan mudah berobat
kerumah sakit dengan kepemilikan ekonomi yang berlebih. Karena kepemilikan
faktor ekonomi yang berlebih membuat akses akan pemunuhan kebutuhan-kebutahan
yang bersifat premier menjadi lebih mudah. Dengan di masa sekarang ini untuk
memenuhi makanan dan minuman dibutuhkan faktor ekonomi (uang).Segala sesuatu
untuk memenuhi kebutuhan primer itu dengan uang. Untuk membeli makanan atau
minuman, untuk mendapatkan perlindungan dari iklim dalam hal ini rumah ataupun
pelayan kesehatan yang baik .Sedangkan orang-orang yang tergolong miskin yang
tidak memiliki factor ekonomi tadi misalnya uang, sebagai alat tukar. Orang
miskin tadi mengalami kesulitan dalam akses seperti memenuhi kebutuhan primer
tersebut. Bagaimana dia dapat mendapatkan makanan ataupun minuman tanpa
membeli. Bagaiman dia memiliki tempat perlindungan serta pelayanan kesehatan
yang baik. Dalam hal ini mungkin saja memiliki tetapi pastinya berbeda dengan
orang-orang yang tergolong kaya. Mereka memiliki rumah tapi rumah liar.
Rumah-rumah yang di bangun di tanah-tanah milik pemerintahatau perusahaan.
Sehingga menimbulkan pemukiman kumuh, yang di dalamnya memiliki kepadatan yang
sangat tinggi, kondisi- kondisi yang tidak sehat. Berbeda dengan orang-orang
yang tergolong kaya.Kemudian dalam pemenuhan kebutuhan sosial mereka. Orang-orang
yang tergolong kaya memiliki kepuasan yang sangat tinggi akan benda-benda
material dan kekayaan. Mereka dapat membeli mobil yang harganya ratusan juta
ataupun berlian yang sangat mahal sebagai status social mereka. Dan salah satu
yang paling penting adalah akses akan pendidikan. Menurut saya, pendidikan merupakan salah satu pendorong
untuk meningkatkan taraf hidup suatu individu atau masyarakat. Dengan
mendapatkan pendidikan yang baik akan menghasilkan individu-indivdu yang dapat
tepat guna. Jadi, ketika anak-anak dari
golongan kaya tersebut dapat menyekolahkan anaknya di tempat-tempat pendidikan
yang baik. Maka akan terus mengkokohkan generasi kaya selanjutnya.Sebaliknya
ketika anak-anak golongan meskin tidak mendapatkan pendidikian yang baik maka
akan menimbulkan generasi miskin yang baru. Ditambah lagi jika golongan miskin ini
tidak mau merubah keadaanya.
B.
Perbedaan
Pola Pikir Golongan Kaya dan Golongan Miskin
Menurut Tung Desem Waringin, yang membedakan orang
kaya dengan orang miskin adalah pola pikirnya. Di dalam bukunya yang berjudul
Financial Revolution in Action, beliau menjabarkan perbedaan pola pikir antara
orang kaya dan orang miskin, yaitu:
1. Orang
kaya membuat nilai tambah, orang miskin tidak membuat atau membuat sedikit
nilai tambah.
2.
Orang kaya mempunyai faktor kali, orang miskin tidak mempunyai faktor kali..
3. Orang kaya memastikan orang lain win
baru ia win, orang miskin win-lose, lose-win atau win dulu baru orang lain win.
4.
Orang kaya penuh daya upaya, orang miskin penuh alasan yang membatasi..
5. Orang kaya bertanggungjawab terhadap
hidupnya, orang miskin menyalahkan situasi,
lingkungan,
orang lain dan nasib.
6. Orang kaya bermain dengan uang untuk
menang, orang miskin bermain dengan uang
untuk
tidak kalah..
7.
Orang kaya berkomitmen untuk menjadi kaya, orang miskin ingin menjadi kaya
8.
Orang kaya berpikir besar, orang miskin berpikir kecil
9.
Orang kaya fokus pada kesempatan, orang miskin fokus pada hambatan
10. Orang kaya mengagumi orang kaya dan
sukses lainnya, orang miskin iri pada orang kaya
dan
sukses
11. Orang kaya bergaul dengan orang
positif dan sukses, orang miskin bergaul dengan orang
negatif
dan tidak sukses
12. Orang kaya bersedia untuk mempromosikan diri
mereka dan nilai-nilai mereka, orang
miskin berpikir negatif tentang
penjualan dan promosi
13.Orang kaya lebih besar daripada
masalah mereka, orang miskin lebih kecil dari masalah
mereka
14. Orang kaya adalah penerima yang
luar biasa, orang miskin adalah penerima yang buruk
15. Orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasil, orang miskin memilih
dibayar
berdasarkan waktu
16. Orang kaya berpikir dua-duanya, orang
miskin berpikir salah satu
17.
Orang kaya fokus pada wealth style mereka, orang miskin fokus pada life style
mereka
18.
Orang kaya mengatur uang mereka dengan baik, orang miskin tidak mengatur uang
mereka
dengan baik
19.
Orang kaya membuat uang bekerja keras untuk mereka, orang miskin membuat diri
mereka
bekerja keras untuk uang.
20.
Orang kaya bertindak melawan ketakutan mereka, orang miskin membiarkan
ketakutan
menghentikan mereka
21.
Orang kaya terus menerus belajar dan bertumbuh, orang miskin berpikir mereka
sudah tahu
22.Mampu
Menunda Kesenangan dan Tidak Ingin Segera Menikmati Has
BAB III
PENUTUPAN
KESIMPULAN
Kemiskinan
merupakan masalah global, sering dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan dan
kekurangan di berbagai keadaan hidup. Orang-orang kaya memliki sepenuhnya akan
kebutuhan primer mereka. Mereka dapat menikmati makanan dan minuman terbaik.
Tempat-tempat perlindungan yang sangat nyaman yang pastinya berbeda dengan
orang-orang miskin. Dalam kehidupan bermasyarakat selalu ditemukan berbagai
macam kalangan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda. Seperti perbedaan
antar golongan, perbedaan status sosial, dan lain sebagainya. Tetapi perbedaan
tersebut janganlah kita jadikan sebagai suatu perpecahan melainkan harus saling
melengkapi dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Kekayaan
bukanlah dengan banyaknya materi tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (HR
al-Bukhari dan Muslim).
DAFTAR PUSTAKA
Waringin,
Desem Tung.2008.Financial Revolution in Action.Jakarta
Setiadi, Elly M dan Kolip Usman.2011.Pengantar Sosiologi.Jakarta; Kencana.
.png)
By
19.03

nicepost :)
BalasHapusgoodjob:)
BalasHapusi like it,, makasih telah menambah wawasan pengetahuan saya,,
BalasHapusI like that uuuuuuuuuhhh
BalasHapusterima kasih ibu sangat bermanfaat
BalasHapuspostnya sangat bermanfaat,, semoga kita bisa menjadi golongan orang yang beriman
BalasHapusengkap sangat bermanfaat kawan
BalasHapusgood
BalasHapusArtikelnya bermanfaat bnget ka buat kita rakyat indonesia :-*
BalasHapuswooow artikelnya good lah hhe..
BalasHapuslike deh he
good, sangat bermanfaat :)
BalasHapusgood job ^_^
BalasHapusyou're amazing
BalasHapusgoodpost dek :)
BalasHapuslike it
BalasHapuslike! sangat bermanfaat :-)
BalasHapusAyo ayo post lagi de ..
BalasHapusgood luck
BalasHapusgood ka :)
BalasHapusSaya sangat setuju sekali dengan ini “Kekayaan bukanlah dengan banyaknya materi tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
BalasHapusgood post dee ^^
BalasHapusgood post! keep it up :)
BalasHapussemangat terus yah :)
BalasHapusartikelnya sangat bermanfaat.. di tunggu post selanjutnya 😊
BalasHapusterimakasih,, ilmunya sangat bermanfaat
BalasHapussemangat calon guru muda
BalasHapusgood post kk
BalasHapusWaww amazing
BalasHapusWoowwww....amazing ukhti
BalasHapusVery Good
BalasHapusgood post ukhti:)
BalasHapusmantap nih, perbedaan antar golongan..
BalasHapusuniversitas Djuanda
BalasHapuseuissm universitas Djuanda
BalasHapus