CERPEN ANAK
KETULUSAN SEORANG TEMAN
Disuatu sekolah yang
dimana sekolah itu adalah sekolah favorit yang hampir semua murid-muridnya
mempunyai ekonomi yang cukup.
Ada salah seorang murid
yang bernama Nadya, dia dari kalangan keluarga yang sangat terpandang. Dan
hampir semua murid kenal dan berteman dengannya. Dia terkenal sangat royal
ketika saat sedang bersama teman-temannya karena merasa gengsi. Pada suatu hari
ketika ia pergi ke kantin dengan teman-temannya ada salah satu murid yang
menghampirinya. Dia bernama Farras, senyumannya yang manis dan sapaan hangat
yang ia berikan kepada Nadya, namun apa yang terjadi
“Farras : Selamat pagi
Nadya” ( dengan penuh senyuman ketulusan dia menyapa)
Nadya pun menjawab
dengan nada yang sedikit ketus
“Nadya : Iya, ada apa ?
Maaf ya aku gak mau temenan sama kamu” ( dengan mimik muka yang judes).
Farras adalah seorang
murid yang sangat baik , rajin dan patuh. Dia bersekolah di sekolah ini bukan
karena keluarganya yang punya tetapi dia bisa bersekolah disitu dikarenakan dia
mendapatkan beasiswa karena kecerdasannya.
Ketika nadya menjawab
seperti itu, farras pun hanya bisa terdiam dan tersenyum saja. Lalu ia pun
pergi tidak menghiraukan farras
Treng... treng...
treng....
Bel sekolah pun
berbunyi, menandakan murid-murid sudah waktunya pulang.
Ada suatu kejadian
ketika itu, saat berjalan nadya terjatuh temen-temannya bukan menolongnya
tetapi malah mentertawakan, nadya pun terdiam menahan malu tanpa menghiraukan
rasa sakitnya.
Kemudian farras pada saat
itu melihat kejadian tersebut dan langsung menghampirinya.
“ Farras : Nad, ayok
bangun ??? Kamu tidak apa-apa ?”
Bukannya menyambut
tangan farras tetapi nadya malah menghempaskan tangan farras, karena farras
bukan teman dari kalangan dia.
“Nadya : Awas kamu...
aku tidak butuh bantuan kamu farras !!!” (dengan nada sangat tinggi)
Nadya pun bangun
kemudian pergi.
Sesampainya Nadya
berada dirumah , tiba-tiba nadya mendapatkan kabar yang tidak menyenangkan.
Ternyata keluarganya mendapatkan musibah bahwa perusahaan yang dimiliki orang
tuanya memiliki kebangkrutan dan semuanya di sita oleh pihak bank untuk
membayar hutang-hutang yang belum terbayar.
Sekarang keluarga Nadya
pun sudah tidak mempunyai apa-apa lagi. Akan tetapi disisi lain, nadya tidak
ingin orang lain tahu apalagi teman-temannya bahwa dia sekarang tidak mempunyai
apa-apa lagi.
Keesokan harinya, saat
nadya berada di sekolah ia melihat teman-temannya sedang berkumpul seperti
membicarakan sesuatu. Lalu ia menghampiri teman-temannya
“ Nadya : Hai teman-teman
selamat pagi... apa kabar semuanya ??” ( sapa Nadya )
Namun teman-temannya
malah menjauh dan ada salah seorang temannya yang ketus
“Lia dan teman-teman:
ih apaan sih nad , kita gak mau temenan lagi sama kamu secara kan kamu sudah
tidak kaya lagi ?”
Sontak nadya pun
terkejut “ Bagaimana mereka bisa tahu kalo keadaanku sekarang seperti ini”. (
dengan muka sedih dan kaget )
Pada saat itu pula teman-teman
yang sangat dekat dengan dia pun menjauhi satu persatu-satu.
Tiba-tiba teman yang
selam ini dia kucilkan datang menghampiri
“ Farras : Kamu kenapa
nad? Apa yang sedang terjadi ? “
Lalu nadya pun menjawab
“ Nadya : Kamu kenapa
masih mau datang menemuiki? Sedangkan yang lain pun menjauhi? Lagi pula aku pun
sering membencimu dan memakimu ?”
“Farras : Memangnya
kenapa ? apa nggak boleh ? aku hanya bertanya saja nad, jika ada yang bisa aku
bantu aku siap membantumu ?”
Nadya pun sontak
meneteskan air mata, lalu ia menceritakan masalahnya kepada farras yang terjadi
pada ia dan keluarganya. Farras pun memeluk nadya sambil berkata “ Sabar ya
Nad, mungkin ini cobaan yang diberikan tuhan kepadamu dan keluargamu”.
Lalu, nadya pun
menyadari ternyata teman yang selam ini yang , dekat dengannya bukan karena ketulusannya
melainkan karena dari sisi materi. Tetapi
teman yang selam ini ia kucilkan malah ada di saat nadya sedang terpuruk.
Nadya pun meminta maaf
kepada farras karena sikap dan sifat nadya yang buruk selama ini. Dan pada
akhirnya yang tadinya ia benci dan ia kucilakan malah menjadi teman dekatnya.
.png)
