Open top menu
Minggu, 13 November 2016



Kemiskinan merupakan masalah global, sering dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan dan kekurangan di berbagai keadaan hidup. Orang-orang kaya memliki sepenuhnya akan kebutuhan primer mereka. Mereka dapat menikmati makanan dan minuman terbaik. Tempat-tempat perlindungan yang sangat nyaman yang pastinya berbeda dengan orang-orang miskin. Orang-orang kaya mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dari orang miskin. Ataupun ketika mereka sakit mereka dapat dengan mudah berobat kerumah sakit dengan kepemilikan ekonomi yang berlebih. Karena kepemilikan faktor ekonomi yang berlebih membuat akses akan pemunuhan kebutuhan-kebutahan yang bersifat premier menjadi lebih mudah. Dengan di masa sekarang ini untuk memenuhi makanan dan minuman dibutuhkan faktor ekonomi (uang).Segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan primer itu dengan uang. Untuk membeli makanan atau minuman, untuk mendapatkan perlindungan dari iklim dalam hal ini rumah ataupun pelayan kesehatan yang baik .Sedangkan orang-orang yang tergolong miskin yang tidak memiliki factor ekonomi tadi misalnya uang, sebagai alat tukar. Orang miskin tadi mengalami kesulitan dalam akses seperti memenuhi kebutuhan primer tersebut. Bagaimana dia dapat mendapatkan makanan ataupun minuman tanpa membeli. Bagaiman dia memiliki tempat perlindungan serta pelayanan kesehatan yang baik. Dalam hal ini mungkin saja memiliki tetapi pastinya berbeda dengan orang-orang yang tergolong kaya. Mereka memiliki rumah tapi rumah liar. Rumah-rumah yang di bangun di tanah-tanah milik pemerintahatau perusahaan. Sehingga menimbulkan pemukiman kumuh, yang di dalamnya memiliki kepadatan yang sangat tinggi, kondisi- kondisi yang tidak sehat. Berbeda dengan orang-orang yang tergolong kaya.Kemudian dalam pemenuhan kebutuhan sosial mereka. Orang-orang yang tergolong kaya memiliki kepuasan yang sangat tinggi akan benda-benda material dan kekayaan. Mereka dapat membeli mobil yang harganya ratusan juta ataupun berlian yang sangat mahal sebagai status social mereka. Dan salah satu yang paling penting adalah akses akan pendidikan. Menurut saya,  pendidikan merupakan salah satu pendorong untuk meningkatkan taraf hidup suatu individu atau masyarakat. Dengan mendapatkan pendidikan yang baik akan menghasilkan individu-indivdu yang dapat tepat guna. Jadi,  ketika anak-anak dari golongan kaya tersebut dapat menyekolahkan anaknya di tempat-tempat pendidikan yang baik. Maka akan terus mengkokohkan generasi kaya selanjutnya.Sebaliknya ketika anak-anak golongan meskin tidak mendapatkan pendidikian yang baik maka akan menimbulkan generasi miskin yang baru. Ditambah lagi jika golongan miskin ini tidak mau merubah keadaanya.
B.     Perbedaan Pola Pikir Golongan Kaya dan Golongan Miskin
Menurut Tung Desem Waringin, yang membedakan orang kaya dengan orang miskin adalah pola pikirnya. Di dalam bukunya yang berjudul Financial Revolution in Action, beliau menjabarkan perbedaan pola pikir antara orang kaya dan orang miskin, yaitu:
1.   Orang kaya membuat nilai tambah, orang miskin tidak membuat atau membuat sedikit nilai tambah.
2. Orang kaya mempunyai faktor kali, orang miskin tidak mempunyai faktor kali..
3. Orang kaya memastikan orang lain win baru ia win, orang miskin win-lose, lose-win atau     win dulu baru orang lain win.
4. Orang kaya penuh daya upaya, orang miskin penuh alasan yang membatasi..
5. Orang kaya bertanggungjawab terhadap hidupnya, orang miskin menyalahkan situasi,
     lingkungan, orang lain dan nasib.
6. Orang kaya bermain dengan uang untuk menang, orang miskin bermain dengan uang
     untuk tidak kalah..
7. Orang kaya berkomitmen untuk menjadi kaya, orang miskin ingin menjadi kaya
8. Orang kaya berpikir besar, orang miskin berpikir kecil
9. Orang kaya fokus pada kesempatan, orang miskin fokus pada hambatan
10. Orang kaya mengagumi orang kaya dan sukses lainnya, orang miskin iri pada orang kaya
      dan sukses
11. Orang kaya bergaul dengan orang positif dan sukses, orang miskin bergaul dengan orang
      negatif dan tidak sukses
12. Orang kaya bersedia untuk mempromosikan diri mereka dan nilai-nilai mereka, orang
            miskin berpikir negatif tentang penjualan dan promosi
       13.Orang kaya lebih besar daripada masalah mereka, orang miskin lebih kecil dari masalah    
            mereka
        14. Orang kaya adalah penerima yang luar biasa, orang miskin adalah penerima yang buruk
       15. Orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasil, orang miskin memilih dibayar
      berdasarkan waktu
 16. Orang kaya berpikir dua-duanya, orang miskin berpikir salah satu
17. Orang kaya fokus pada wealth style mereka, orang miskin fokus pada life style mereka
18. Orang kaya mengatur uang mereka dengan baik, orang miskin tidak mengatur uang mereka
       dengan baik
19. Orang kaya membuat uang bekerja keras untuk mereka, orang miskin membuat diri mereka  
      bekerja keras untuk uang.
20. Orang kaya bertindak melawan ketakutan mereka, orang miskin membiarkan ketakutan  
       menghentikan mereka
21. Orang kaya terus menerus belajar dan bertumbuh, orang miskin berpikir mereka sudah tahu
22.Mampu Menunda Kesenangan dan Tidak Ingin Segera Menikmati Has
BAB III
PENUTUPAN
KESIMPULAN
Kemiskinan merupakan masalah global, sering dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan dan kekurangan di berbagai keadaan hidup. Orang-orang kaya memliki sepenuhnya akan kebutuhan primer mereka. Mereka dapat menikmati makanan dan minuman terbaik. Tempat-tempat perlindungan yang sangat nyaman yang pastinya berbeda dengan orang-orang miskin. Dalam kehidupan bermasyarakat selalu ditemukan berbagai macam kalangan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda. Seperti perbedaan antar golongan, perbedaan status sosial, dan lain sebagainya. Tetapi perbedaan tersebut janganlah kita jadikan sebagai suatu perpecahan melainkan harus saling melengkapi dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Kekayaan bukanlah dengan banyaknya materi tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (HR al-Bukhari dan Muslim).











                 
DAFTAR PUSTAKA
Waringin, Desem Tung.2008.Financial Revolution in Action.Jakarta           
Setiadi, Elly M dan Kolip Usman.2011.Pengantar Sosiologi.Jakarta; Kencana. 
Different Themes
Written by Lovely

Aenean quis feugiat elit. Quisque ultricies sollicitudin ante ut venenatis. Nulla dapibus placerat faucibus. Aenean quis leo non neque ultrices scelerisque. Nullam nec vulputate velit. Etiam fermentum turpis at magna tristique interdum.

Posting Lebih Baru
This is the last post.

34 komentar:

  1. i like it,, makasih telah menambah wawasan pengetahuan saya,,

    BalasHapus
  2. postnya sangat bermanfaat,, semoga kita bisa menjadi golongan orang yang beriman

    BalasHapus
  3. Artikelnya bermanfaat bnget ka buat kita rakyat indonesia :-*

    BalasHapus
  4. wooow artikelnya good lah hhe..
    like deh he

    BalasHapus
  5. Saya sangat setuju sekali dengan ini “Kekayaan bukanlah dengan banyaknya materi tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

    BalasHapus
  6. artikelnya sangat bermanfaat.. di tunggu post selanjutnya 😊

    BalasHapus
  7. terimakasih,, ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. mantap nih, perbedaan antar golongan..

    BalasHapus